Tahun 2026 ini, perusahaan tempat gua bekerja di Tokyo semakin agresif mengadopsi AI-assisted development dengan GitHub Copilot dan Cursor. Sebagai software engineer Indonesia yang handle backend service, saya melihat perubahan signifikan di mana 40% code review sudah dibantu AI. Di artikel ini gua bagikan perbandingan real antara workflow lama dan baru, termasuk best practices yang saya pakai agar tetap produktif tanpa kehilangan kualitas kode.
Setelah 4 tahun hidup dan bekerja sebagai programmer di Tokyo, ada tiga pelajaran terbesar yang gua dapat: pentingnya komunikasi cross-culture, nilai dari continuous learning, dan bagaimana membangun personal brand sebagai expat Indonesia. Bukan sekadar teori, tapi pengalaman langsung saat gua pindah tim, nego gaji, dan mentoring junior engineer dari berbagai negara.
Hidup sebagai software engineer Indonesia di Tokyo dengan sistem hybrid work ternyata punya tantangan tersendiri, mulai dari meeting pagi yang padat sampai manajemen waktu saat shinkansen crowded. Di artikel ini gua ceritakan rutinitas harian gua yang sebenarnya, tools yang gue pakai untuk stay productive, dan tips agar tetap sehat mental di tengah tekanan kerja Jepang yang tinggi.
TUNGGU APALAGI BURUAN JOIN! Hari ini di situs SURYA898.